Aku Tidak Bisa Lari

"Bertanyalah mereka : 'Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.'" (Yunus 1 : 10 - 17)


Tidak semua orang memberikan respon yang benar terhadap panggilan Tuhan. Malahan, lebih banyak yang justru lari menjauh, menghindari panggilan tersebut.

Yess indeed, memenuhi panggilan Tuhan berarti kita harus siap masuk ke "Zona Tidak Nyaman". Kita harus siapa mengalami masa - masa sulit dengan segala bentuk resiko yang menghadang.

Hal itu juga dialami oleh Yunus saat Tuhan memanggilnya untuk pergi ke suatu kota dan melakukan sebuah tugas : "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku".

Nah apa reaksi Yunus ?

Justru ia "...bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan Tuhan." Yunus berpikir, dengan melarikan diri berarti urusanya sudah beres !

Melarikan diri ternyata bukan pilihan yang tepat, pasti ada konsekuensi berat yang akan menunggu ! Dan bukanlah kebetulan jika dalam pelariannya, terjadi bencana besar, badai dahsyat yang hampir-hampir menghancurkan kapal yang ditumpangi Yunus. See ? Bahkan kesalahan Yunus pun sepertinya juga berpengaruh pada orang - orang di sekitarnya.

Singkat cerita, angin kembali reda dan laut berhenti mengamuk setelah Yunus dilemparkan ke dalam laut. Ia pun mengalami "....tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya."
Kejadian demi kejadian itu akhirnya menyadarkan Yunus bahwa ia tidak punya pilihan lain selain harus taat mengerjakan panggilan Tuhan tersebut.

Haruskah kita mengalami penderitaan, kesesakan, atau teguran Tuhan dulu, baru kita mau menjawab dan melaksanakan panggilan-Nya ? Lari dari panggilan Tuhan IS DEFINITELY NOT A WAY OUT !

Daud juga pernah mengalami pengalaman seperti ini.

"Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau ada di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, jga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku." (Mazmur 139 : 7 - 10)

Aku tidak bisa lari..................

2 comments:

  1. Absolutely i say yes dek. Thanks for shared :).

    ReplyDelete
  2. I was thinking "a call from the above" somehow it started from the below, our heart. And as far as we have heart and faith, I believe what God has been called will be echoed in our heart :). Happy Monday.

    ReplyDelete